(CW // : angst, breaking up)
"Apa keputusan ini yang terbaik, untuk kita"
Kalimat itu terus berputar dikepalanya, air matanya semakin deras mengalir membasahi pipinya. Yang Skyler lakukan sejak tadi hanya duduk diatas sofa, fokusnya sesekali pada ponselnya.
Bahkan untuk merespon text dari Laskar saja rasanya seakan sangat berat, dadanya sesak kembali mengingat malam dimana Laskar datang padanya dan mengatakan pertemuannya dengan Gaby. Gadis yang Skyler tahu telah mengisi ruang hati Laskar lebih dulu dan lebih lama darinya.
Jauh dari lubuk hatinya, Ia masih sangat mencintai Laskar. Semua yang lelaki itu lakukan untuknya sangatlah nyata, effort dan semua pengorbanan Laskar untuknya. Namun setelah kejadian ini, Bahkan untuk kembali mempertanyakan apakah lelaki itu benar-benar mencintainya, seakan Skyler terlalu banyak berharap.
Laskar dan Gaby lebih lama bersama, dan mereka masih saling memiliki rasa yang sama. Itu yang Skyler simpulkan dari masalah ini.
Perlahan Skyler memejamkan matanya sejenak, semua memori dengan Laskar kembali berputar direkaman otaknya. Ia sebahagia itu bersama Laskar sampai tak pernah terpikirkan olehnya jika manusia itu berpotensi memberikan luka.
Skyler tahu, niat Laskar baik bertemu dengan Gaby. Namun ia sudah berulang kali menegaskan bahwa “ia tidak suka kebohongan” Laskar jelas tahu, namun lelaki itu tetap melakukannya dan akhirnya membuatnya kecewa seperti sekarang.
Bunyi ponselnya yang berdering membuatnya tersentak, lalu diambilnya ponsel yang layarnya sudah menyala itu. Terdapat balasan dari Laskar yang mengatakan jika sudah berada dibawah. Skyler hanya membaca tanpa berniat merespon, ia meletakkan ponselnya dengan tangan gemetar menahan gemuruh di dadanya.
Perlahan ia menghembuskan nafas pelan, berusaha meyakinkan dirinya jika keputusannya sudah paling tepat untuk keduanya. Kemudian Skyler beranjak untuk menuju kamar mandi, berniat membasuh wajahnya sebelum turun bertemu Laskar.
Sedangkan dibawah, Laskar tidak diperbolehkan masuk oleh security rumah Skyler. Sejujurnya ia akan nekat jika sedang tidak dalam situasi seperti sekarang. Namun Ia cukup sadar diri, jika perbuatannya sudah menghancurkan kepercayaan keluarga Skyler.
Yang Laskar lakukan hanya duduk diatas motornya, didepan gerbang. Menunggu Skyler untuk datang menemuinya.
Tidak lama, Laskar masih diposisi yang sama. Hingga suara langkah kaki yang mendekat membuatnya mengangkat kepalanya yang semula sedikit tertunduk. Didepannya, Skyler tampak berjalan dengan sedikit ragu mendekatinya.
Hanya ada senyuman tipis yang hampir tak terlihat jelas, Matanya sembab dengan wajah yang masih ada sedikit rona pucat.
Laskar beranjak dari posisinya menjadi berdiri, dan menarik sudut bibirnya. Ada perasaan sedih, namun juga lega akhirnya ia bisa bertemu dengan Skyler. Setelah dirinya hampir gila karna tidak mendapatkan akses untuk bertemu dengan kekasihnya.
Skyler masih menjadi pacarnya, dan akan terus selamanya. Menurut Laskar.